Pongel Cah Cirebon About Inderscience Contact Information Current Site Map General Help
  KUMPULAN JURNAL, MAKALAH, TA, SKRIPSI, MATERI

PENYU HIJAU
Penulis :

Rabu, 25 Mei 2011 - 14:46:00 WIB


Abstracting/Indexing Services and Journal Lists

PENYU HIJAU (Chelonia mydas)

            Menurut para ilmuwan penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145-208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinasaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter dan Cimochelys telah berenang dilaut purba seperti penyu masa kini.

 

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Chordata

Kelas               : Sauropsida

Ordo                : Testudinata (atau Chelonians)

Subordo          : Cryptodira

Famili              : Cheloniidae

Genus              :Chelonia

Spesies            : Chelonia mydas

 

A.    CIRI-CIRI :

1.      Karakteristik Eksternal

Tubuh terlindung diantara karapaks tertutup lempengan kulit (scute) dari kitin, sedang plastron tertutup dengan lembaran kulit yang lembut, panjang tubuh kurang lebih 1 meter dengan berat sekitar 200 kg. kepala dengan leher, ekor dan kaki semua menonjol ke luar diantara karapaks dan plastron, memilki sepasang tangkai depan berbentuk dayung (flipper) yang digunakan sebagai alat renang, sedang kaki belakang menyerupai skop digunakan sebagai alat kemudi.

·        Memiliki warna kuning kehijau atau coklat hitam gelap

·        Cangkangnya bulat telur, bila terlihat dari atas dan kepala relative kecil dan tumpul

·        Dua lubang hidung didekat ujung anterior kepala

·        Mata lateral dengan kelopak atas dan bawah, membrane niktitans

·        Tidak ada telinga luar

·        Membrane tampani tertutup dengan selapis kulit

·        Pinggiran mulut terbentuk dengan rahang berzat tanduk, tidak ada gigi

·        Kaki dengan 5 jari, dilengkapi cakar

·        Lubang kloaka ventral pada dasar ekor

·        Tempurung keras dilapisi oleh zat tanduk

 

2.      Morfologi dan Fisiologi Sistem Organ

a.       System Skleton

Rusuk bersatu dengan karapaks. Sabuk-sabuk pectoral dan pelvik berpola primitif, yaitu tersusun 3 tulang. Sabuk pektoral terdiri dari skapula (bersatu dengan karapaks), tulang pubik, dan tulang iskium (ventral). Tulang tengkorak merupakan sebuah kotak yang kompak dengan muskulatur rahang yang kuat.

b.      Sistem Pencernaan

Tidak ada gigi. Lidah lebar, tetapi tidak dapat ditonjolkan keluar. System pencernaan terdiri dari faring yang dapat dibesarkan,esophagus berdinding tebal, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Hati dengan kandung empedu besar dan pancreas.

c.       Sistem Respirasi

Dari faring, melalui celah suara (glottis) terus menuju trakea (bercincin kartilago), dilanjutkan ke bronki yang kemudian bercabang-cabang dalam paru-paru. Paru-paru itu terbagi dalam kompartemen-kompartemen (lobus-lobus). Laring dari kartilago terdapat di ujung anterior trakea.

d.      Sistem Sirkulasi

Secara fundamental, system peredaran darah penyu tidak banyak berbeda dengan system peredaran darah katak, kecuali arteri pulmonary dan pokok aorta terpisah sejak keluar dari ventrikel (bilik). Saluran pencernaan mendapat darah dari cabang-lengkung aorta kiri tetapi kurang mendapat darah dari aorta dorsal seperti pada katak. System peredaran darah renal sangat tereduksi. Porta renal dihubungkan dengan system porta hepatic oleh sepasang vena abdominal ventral.

e.       Sistem Ekskresi

Penyu mempunyai ginjal dengan tipe metanefros, dengan saluran kemih (ureter) yang menyalurkan kemih ke kloaka, tidak langsung ke kandung kemih. Kandung kemih berstruktur bilobat disisi ventral dekat kloaka.

f.       Sistem Syaraf

Dibanding dengan ikan dan katak, hemisfer dan serebellum penyu itu lebih besar. Di sini telah ditemukan 12 pasang saraf cranial, karena ada penambahan saraf spinal dan saraf hypoglossal.

g.      Sistem Sensori

Mata, telinga, dan hidung berkembang baik sebagai system sensori. Terdapat kelenjar lakrimal (air mata), meatus auditori eksternal (lubang telinga luar), dan membrane timpani yang terletak dibawah kulit dan melekat padanya.

 

B.     REPRODUKSI DAN PERKEMBANGAN

Fertilisasi internal. Organ kopulasi primitive, berupa penis beralur yang terbentuk dari dinding kloaka. Telur dengan dinding seperti kulit, diletakkan dalam lubang galian (oleh induknya) di pasir tepi laut. Embrio terbungkus dalam membrane disebut amnion, dan bernapas dengan allatois.

 

C.    HABITAT

Penyu hidup diberbagai tempat, mulai daerah gurun, padang rumput, hutan, rawa, sungai, laut. Sebagian jenisnya sepenuhnya akuatik, baik air tawar maupun dilautan. Seumur hidupnya berkelana di dalam air, tetapi sesekali naik kepermukaan air untuk mengambil napas. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3000 km dapat ditempuh 58-73 hari. Penyu hijau banyak ditemukan diwilayah tropis bermigrasi dalam wilayah yang luas

 

D.    PERANAN

Menguntungkan :

  • Menandakan daerah tempat penyu berada adalah daerah bebas polusi (karena penyu bernafas dengan paru-paru).
  • Memberikan makan ikan/biota laut sekitarnya dengan sisa metabolisme penyu tersebut.
  • Melindungi ikan/biota laut kecil dari predator tingkat tinggi.
  • Memindahkan unsur hara dari tempat subur ke tempat lainnya pada saat bermigrasi, sehingga daerah yang dilewatinya menjadi subur.
  • Dibidang perekonomian, tempurung penyu (karapaks)

Merugikan :

  

 Referensi

Djarubito Brotowijoyo,mukayat. 1994. Zoologi Dasar. Jakarta : Erlangga



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)