SUSU PADA BINATANG TERNAK Penulis :
Rabu, 25 Mei 2011 - 20:21:56 WIB
Abstracting/Indexing Services and Journal Lists QS : An Nahl ayat 66
وَاِنَِِِِِِّ لَكُمْ فِى الأانْعَا مِ لَعِبْرَةٌ نُسْقِيْكُمْ مِّمَّا فِيْ بُطُوْنِهِ مِنْ بَيِِْنِ فَرْثِ وَدَمِ لَّبَنًا خَا لِصًا سَا ءغًا لِّلشّربِيْنَ
“Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberi minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.”
Pembahasan
Pada ayat 66 SWT menerangkan bahwa binatang ternak, seperti kambing, kerbau, onta, sapi, dan mamalia sesungguhnya mengandung berbagai pelajaran bagi orang yang mau memikirkannya. Allah memberikan berbagai rizqi kepada manusia dari binatang ternak dagingnya yang dapat dimakan, air susunya yang merupakan minuman lezat, sehat dan bergizi sangat berguna bagi manusia.
Dalam penciptaan air susu binatang terdapat ibrah atau pelajaran yang sangat berguna bagi manusia. Susu yang Allah tegaskan keluar bersih dari tahi dan darah. Sedangkan yang kita tahu tahi dan darah adalah suatu najis tetapi susu sangat murni dan bersih, mengandung banyak vitamin, berkalori, lezat, dll. Sejak Allah SWT menurunkan ayat ini setelah 1400 tahun berlalu, tidak ada ahli yang menambahkan apa yang dijelaskan oleh Al Quran. Dan sampai saat ini manusia belum mampu menciptakan atau membuat susu yang sama, meskipun dari bahan yang sama seperti yang dimakan binatang.
Sebelum menjelaskan bagaimana proses perubahan materi yang ada di antara kotoran dan darah menjadi susu bersih yang nikmat, pembahasan ini memfokuskan pada kata buthunihi (perutnya). Di sini Allah Swt tidak mengatakan buthuniha, yang menunjukkan bentuk tunggal dan binatang ternak. Dengan kata lain bisa diartikan bahwa: Kami memberikan minuman dan semua perut mamalia. Masing-masing binatang bahkan bisa memiliki empat bagian perut (tiga pada unta sampai empat pada perut sapi, kambing, dan domba). Seandainya Allah Swt berfirman dengan menggunakan kata buthuniha, maka sebagian orang akan meyakini bahwa masing-masing binatang memiliki satu perut.
Binatang khususnya binatang memamah biak memakan berbagai jenis makanan dan menyimpan makanan beberapa lama untuk melakukan fermentasi. ini dilakukan untuk mempercepat proses pencernaan dan penyerapan makanan, lalu mengubahnya untuk menghasilkan daging, susu, atau yang lain. Allah Swt berfirman tentang perut binatang pada ayat lain sebagai berikut:
وَاِنَِِِِِِّ لَكُمْ فِى الاانْعَا مِ لَعِبْرَةٌ نُسْقِيْكُمْ مِّمَّا فِيْ بُطُوْنِهَا وَلَكُمْ فِيْهَا مَنَا فِعُ كَثِيْرَةٌ وَّمِنْهَا تَأ كُلُوْنَ
“Sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, terdapat pelajaran yang penting bagi kamu. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat manfaat yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,” (QS Al-Mukminun [23]: 21).
Ayat diatas menunjukkan bahwa semua binatang memiliki manfaat besar, seperti dagingnya yang bisa dimakan, hal ini juga dijelaskan pula oleh surat ayat 71-73
71- Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
72- Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan.
73- Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? (Yasin 71-73)
Proses Terbentuknya Susu
Sebagai gambaran, bahwa kotoran adalah makanan kasar yang memiliki serabut terikat. Makanan binatang yang ada dalam perutnya mengandung protein biasa dan protein lain yang bisa diserap (juga mengandung nitrogen yang bisa digunakan untuk menumbuhkan protein biasa yang dinamakan protein bakteri). Di samping itu, makanan binatang mengandung zat gula yang mudah diserap dan makanan yang bergumpal seperti serat yang mirip silikon, dan kanji.
Makanan binatang juga mengandung lemak jenis fosfor, gula, dan toksid yang bercampur dengan liur yang berasal dari mulut, juga perasan zat alkali yang keluar dari perut dan bercampur dengan jutaan bakteri dan protozoa.
1. Bakteri dan protozoa ini berfungsi membantu proses fermentasi serta proses pencernaan dan penyerapan. Berikut ini penjelasan rinci mengenai apa yang ada di kotoran: Gula/glukosa, yang bisa meningkatkan kadar asam lemak.
2. Zat asam lemak larut (volatile fatty acids). Zat ini merupakan zat utama dalam proses pembentukan susu. Berdasarkan pembentukannya di dalam perut, terdapat zat asam asetic sekitar 65%, zat asam propionic sekitar 20%, dan zat asam butyric sekitar15%.
3. Gas seperti kemih dan amoniak (berfungsi membentuk protein bakteri) dan karbondioksida.
4. Laktat terpecah di hati menjadi glukosa.
5. Berbagai protein (awalnya makanan dan terakhir bakteri), asam amino yang berasal dari pencernaan perut untuk menghasilkan protein.
6. Lemak (bakteri pengurai, asam lemak jenuh, dan lemak tidak jenuh. Lemak jenuh dan lemak tidak jenuh berasal dari lemak makanan).
Proses penyerapan asam lemak bebas, khususnya asam asetic, dan propionate, telah selesai dengan melalui dinding perut ketika ia masuk pada aliran darah. Asam butyric berubah pada dinding perut menuju acetone (susunan jenuh yang memasuki darah). Ia berfungsi untuk membentuk lemak pada darah (glycerol) dan susu.
Proses penyerapan lemak (glycerite toksid), protein (asam amino), dan sisa glukosa yang tumbuh dari lendir makanan di sepanjang dinding usus berfungsi untuk menyerap. Zat-zat yang terserap masuk ke dalam darah mengalir ke hati untuk selanjutnya dialirkan menuju susunan yang paling luas untuk dipompa oleh jantung dan ke semua rongga badan, yang salah satunya adalah kantong susu sapi tempat untuk memproduksi susu.
Disini terdapat contoh mengenai kantong susu yang terdapat pada binatang ternak yaitu sapi :
Kantong susu sapi dilengkapi dengan pembuluh darah yang lebih kecil salurannya. Itu semua memiliki hikmah ilahiah untuk menyimpan materi protein yang lebih besar. Kantong ini susah bergerak karena ukurannya. Ia berfungsi untuk menampung dua aliran besar. Ia juga menampung darah dari berbagai pembuluh darah. Kantong susu sapi adalah susunan lemak yang bersambung dengan badan. Semua kantong susu bersambung dengan badan dengan dua ikatan kuat (ligaments). Susunan ini menutupi berbagai kelenjar otot. Kelenjar otot ini berfungsi untuk mengeluarkan susu yang ada di kantong susu. Ia mengeluarkan susu yang terkumpul ketika masa kehamilan dan setelah melahirkan.
Darah pada kantong susu bercampur dengan darah pada badan. Yang mengagumkan adalah bagaimana kandungan tersebut mamasuki kantong susu dan yang lain tidak bisa (seperti bersambungnya dua laut yang asin dan tawar). Karena pada proses tersebut, masuk juga glukosa (yang ada pada protein) menuju kantong susu untuk memberikan rasa manis pada susu (laktat) dan membentuk lemak susu dan asam lemak yang terpisah. Di samping itu, masuk juga ketone dan acetates, dan dan glycerol (yang berasal dari glukosa dan glycerite toksid). Adapun protein susu yang sebagian besar terdiri dari kasein terbentuk dari asam amino yang terpisah pada darah. Semua itu terjadi akibat reaksi kimia yang sangat bagus dan menakjubkan. Semua itu bertujuan untuk menghasilkan cita rasa yang tinggi bagi orang yang meminumnya tanpa bercampur dengan darah atau kotoran.
Manfaat
Setelah kita membahas mengenai proses terbentuknya susu, berarti kita juga telah mengetahui zat-zat apa saja yang terkandung didalam susu. Sumber protein dan kalsium yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Susu binatang ternak (yang bunting kambing dan sapi ), mampu menyembuhkan penyakit hati (liver), keracunan obat (makanan), penyakit perut dan limpa. Susu juga bermanfaat bagi orang-orang yang sedang menderita penyakit sedih dan was-was, sedangkan susu dan madu bermanfaat bagi orang-orang yang sedang menderita borok perut, TBC, penyakit paru-paru atau dada, serta melancarkan fungsi otak. Susu kambing untuk menghilangkan batuk-batuk dan TBC, dan susu Onta bermanfaat unjuk jantung, penyakit paru-paru dll. Sebenarnya manfaat susu semuanya sama, meskipun berasal dari binatang ternak yang berbeda.
Kerugian
Akibat minum susu antara pusing dan kerusakan gigi, sehingga dianjurkan setelah minum susu hendaknya berkumur atau minum air putih. Susu sapi dapat menggemukkan badan,
Munasabah : Surat An Nahl ayat 66 mengenai susu pada binatang ternak berkaitan dengan Surat Al mukminun ayat 21, serta surat Yasin ayat 71-73.
DAFTAR PUSTAKA
Ghulsyani, Mahdi. 1998. Filsafat- Sains Menurut Al Quran. Bandung : Mizan
Bahreisj, Hussein Khalid.__. Islam dan Kesehatan. Surabaya : Al Ikhlas
http://id.wikipedia.org/wiki/susu
0 Komentar :
Isi Komentar :
|