PINOPHYTA (GYMNOSPERMAE) Penulis :
Rabu, 25 Mei 2011 - 20:36:56 WIB
Abstracting/Indexing Services and Journal Lists A. TUJUAN
• Untuk menemukan cirri-ciri familia-familia dalam kelas Cycadopsida, Gnetopsida, Coniferopsida
• Untuk menentukan tingkat kemajuan / keprimitifan antar familia pada masing-masing kelas
• Untuk membandingkan tingkat kemajuan / kepritipan subkelas Magnoliidae, Hammamelidae dan Caryophyllia
B. LANDASAN TEORI
Pengertian Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)
Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae = tumbuhan yang menghasilkan biji. Jadi, Gymnospermae3 adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka.
Tumbuhan kelompok Gymnospermae mempunyai ciri, yaitu :
Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar
1. Bentuk perakaran tunggang
2. Daun sempit, tebal dan kaku
3. Tulang daun tidak beraneka ragam
4. Tidak memiliki bunga sejati
5. Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung.
6. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.
Para ahli biologi menggolongkan Gymnospermae menjadi beberapa ordo dan divisio, yaitu 1.Cycadales divisio Cycadophyta, contoh pakis haji (Cycas rumphii)
2.Ginkgoales divisio Ginkgophyta, contoh Ginkgo biloba
3.Coniferales divisio Pinophyta, contoh pinus, cemara, dan damar
4.Gnetales divisio Gnetophyta, contoh melinjo (Gnetum gnemon)
Definisi Pinophyta
Pinophyta berasal dari kata Pinos yang artinya “Minum” dan Phyton yang artinya tumbuhan. Jadi Pinophyta adalah kelompok tumbuhan yang serbuk sarinya masuk ke ruang serbuk melalui penyusutan cairan pada tetes penyerbukan. Pinophyta dapat disebut juga Gymnospermae. Istilah Gymnospermae didasarkan pada bijinya yang terbuka/telanjang dimana ovulum tidak terbungkus daun buah karpel.
Ciri-ciri Umum Pinophyta
Akar dan batang pinophyta berkambium yang selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder. Berkas pembuluh pengangkutan kolateral terbuka. Xilem pada pinophyta hanya terdiri atas trakeid saja sedangkan floemnya tanpa sel-sel pengiring. Habitus pinophyta adalah semak, perdu atau pohon. Sistem perakarannya adalah sistem akar tunggang. Tumbuhan Pinophyta memiliki batang yang tegak lurus dan bercabang-cabang. Daunnya jarang yang berdaun lebar, jarang yang bersifat majemuk, dan sistem pertulangan daunnya tidak banyak ragamnya. Hal ini sangat berbeda dengan karakteristik daun yang terdapat pada angiospermae yang sistem pertulangannya beraneka ragam.
Pinophyta tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil dan mikrosporofil terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif. Penyerbukan yang terjadi pada Pinophyta hampir selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada pinophyta disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil terdedah ke udara bebas.
Klasifikasi Pinophyta
Pinophyta atau Gymnospermae merupakan suatu kelompok tumbuhan yang sudah ada sejak Palaezoicum. Kelompok-kelompok yang lebih kecil daripada Pinophyta berkembang pada akhir Palaezoicum dan awal mesozoicum kemudian menyusut pada akhir Mesozoikum seiring dengan punahnya dinosaurus. Pada kenozoicum hanya tinggal 4 kelas dengan adanya penambahan kelompok Gnetopsida. Di daerah tropis hanya ditemukan 3 kelas yaitu Cycadopsida, Coniferopsida, dan Gnetopsida, sedangkan kelas Ginkopsida hanya ditemukan di daerah subtropis seperti Jepang, Cina, dan Amerika Utara.
Cycadopsida diwakili oleh ordo Cicadales dengan 2 familia (Cicadaceae dan Zamiaceae), Coniferales dengan beberapa familia (Pineceae, Arauchariaceae, Pddocarpaceae, Cupressaceae). Sedangkan Gnetopsida diwakili oleh ordo Gnetales dengan beberapa Familia (Gnetaceae, Ephedraceae, Welwitisiaceae).
C. ALAT DAN BAHAN
ALAT BAHAN
• Lup
• Jarum preparat dan cutter • Cycas rumphii (pakis haji)
• Cupressus sp (cemara kipas)
• Pinus merkusii (pinus)
• Gnetum gnemon (melinjo)
• Zamia kulkas (daun dolar)
• Araucaria (cemara Norfolk)
D. PROSEDUR KERJA
1. mengambil specimen tumbuhan kemudian mengamati secara bergantian untuk setiap karakteristik.
2. mengamati habitusnya dan percabangan batang dan bentuk tajuk
3. mengamati daun yang mencakup jenis daun, pertulangan daun, dan duduk daun.
4. mengamati secara rinci struktur alat perkembangbiakannya, bedakan antara strobilus tersebut berada pada satu tanaman atu berbeda tanaman,
5. khusus Gnetum gnemon dan perhatikan habitusnya dan alat perkembangbiakannya berupa krucut jantan maupun betina tersusun dalam bebtuk bulir. Mengamati krucut jantan, dimana letak benang sarinya dan pada krucut betina tunjukkan perianthiumnya. Sebutkan cirri-ciri spesifik Gnetum gnemon yang menyerupai tumbuhan angiospermae.
6. membuat gambar dan klasifikasikan masing-masing specimen berdasarkan spesifikasi yang telah anda amati.
E. HASIL PENGAMATAN
klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Coniferophyta
Kelas : Pinopsida
Ordo : Pinales
Famili : Pinaceae
Genus : Pinus
Spesies : Pinus merkusii
Divisio : Pinophyta
Class : Coniferopsida
Ordo : Coniferales
Familia : Araucariaceae
Genus : Araucaria
Spesies : Araucaria sp
Kerajaan : Plantae
Divisi : Gnetophyta
Kelas : Gnetopsida
Ordo : Gnetales
Famili : Gnetaceae
Genus : Gnetum
Spesies : Gnetum gnemon
Divisio : Pinophyta
Class : Coniferopsida
Ordo : Coniferales
Familia : Cupressaceae
Genus : Cupressus
Spesies : Cupressus sp (cemara kipas)
Kerajaan : Tumbuhan
Divisi : Cycadophyta
Kelas : Cycadopsoda
Ordo : Cycadales
Subordo : Cycadineae
Suku : Cycadaceae
Marga : Cicas
Jenis : Cycas rumphii
Kingdom : Tumbuhan
Divisi :
Kelas :
Ordo :
Subordo :
Suku :
Marga :
Jenis : Zamia kulkas
0 Komentar :
Isi Komentar :
|