Pongel Cah Cirebon About Inderscience Contact Information Current Site Map General Help
  KUMPULAN JURNAL, MAKALAH, TA, SKRIPSI, MATERI

KARBOHIDRAT
Penulis :

Rabu, 25 Mei 2011 - 20:46:56 WIB


Abstracting/Indexing Services and Journal Lists

A.    TUJUAN
•     Memahami sifat-sifat kimia karbohidrat dan menentukan macam-macam  karbohidrat
•     Mengidentifikasi karbohidrat secara kualitatif, membuktikan adanya polisakarida dalam suatu bahan, membuktikan adanya gula pereduksi atau gula inversi,

B.    LANDASAN TEORI
Karbohidrat adalah senyawa organik terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. contoh; glukosa C6H12O6, sukrosa C12H22O11, sellulosa (C6H10O5)n. Rumus umum karbohidrat Cn(H2O)m. Melihat struktur molekulnya, karbohidrat lebih tepat didefinisikan sebagai suatu polihidroksialdehid atau polihidroksiketon.
Mosakarida segera mereduksi senyawa-senyawa pengoksidasi seperti ferisianida, hydrogen peroksida, atau ion cupri (Cu2+). Pada reaksi seperti ini, gula dioksidasi pada gugus karbonil, dan senyawa pengoksidasi menjadi tereduksi dimana senyawa-senyawa pereduksi adalah pemberi electron dan senyawa pengoksidasi adalah penerima electron. Glukosa dan gula-gula lain yang mampu mereduksi senyawa pengoksidasi disebut gula pereduksi. Sifat ini berguna dalam analisis gula. Dengan mengukur jumlah dari senyawa pengoksidasi yang tereduksi oleh suatu larutan gula tertentu, dapat dilakukan dengan pendugaan konsentrasi gula.
Karbohidrat memiliki sifat-sifat kimia yang salah satunya sifat mereduksi  terdiri dari pereaksi-pereaksi, yaitu pereaksi fehling, pereaksi benedict
Karbohidrat terbagi menjadi 3 kelompok;
monosakarida, terdiri atas 3-6 atom C dan zat ini tidak dapat lagi dihidrolisis oleh larutan asam dalam air menjadi karbohidrat yg lebih sederhana. Disakarida, senyawanya terbentuk dari 2 molekul monosakarida yg sejenis atau tidak. Disakarida dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida. dan  Polisakarida, senyawa yg terdiri dari gabungan molekul2 monosakarida yg banyak jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida.
C.    ALAT DAN BAHAN
ALAT    BAHAN
•    Tabung reaksi  (12 buah) + rak
•    Pipet tetes
•    Thermometer
•    Bunsen + kaki tiga + kasa asbes
•    Penangas air
•    Gelas ukur (1 buah)
•    Gelas kimia (2 buah)
•    Penjepit tabung reaksi    •    H2SO4 pekat
•    Kertas lakmus
•    Ragi kue
•    Larutan amilum 1 %
•    Larutan NaCO3 jenuh    •    Pereaksi Benedict
•    Pereaksi seliwanof
•    Larutan kanji 1 %
•    Larutan Sukrosa 1 %
•    Larutan Laktosa 1%
•    Larutan glukosa 1 %

D.    LANGKAH KERJA
1.    Uji Benedict
1)    Menambahkan 8 tetes larutan karbohidrat ke dalam 5 mL pereaksi benedik dalam tabung reaksi, mencampurkan dengan baik (kocok).
2)    Mendiidihkan di atas api kecil selama dua menit atau memasukkan ke dalam penangas air mendidih selama 3 menit.
3)    Mendinginkan perlahan-lahan. Perhatikan warna dan endapan yang terbentuk
2.    Uji Seliwanoff
1)    Memasukkan 3 tetes larutan uji  (karbohidrat) dan menambahkan 3 mL perekasi seliwanoff ke dalam tabung reaksi.
2)    Meletakkan tabung reaksi ke dalam penangas air selama 3 menit
3)    Hasil positif ditandai dengan terbentuknya larutan berwarna orange
3.    Inversi Sukrosa
1)    Memanaskan ke dalam penangas air yang mendidih 10 mL larutan sukrosa 1 % dan 2 tetes H2SO4 pekat ke dalam tabung reaksi selama 3 menit.
2)    Mendinginkan dan menetralkan dengan menambahkan larutan NaCO3 jenuh dan uji dengan kertas lakmus sebagai indikator.
3)    Selanjutnya melakukan uji Benedict, dan simpulkan apa yang dihasilkan dari hidrolisis sukrosa.
4.    Uji Fermentasi
1)    Memasukkan kira-kira 1 mL larutan karbohidrat ke dalam tabung reaksi
2)    Memanaskan ke dalam penangas air pada temperature 37 0C – 40 0C
3)    Kemudian menambahkan sedikit ragi ke dalam tabung reaksi tersebut.

E.    Hasil Pengamatan
Hasil Uji pada Uji Benedict adalah sebagaimana tertera di tabel.
 Tabel 1
No.    Zat Uji    Hasil Uji Benedict    Gula Reduksi (+/-)
1.        Glukosa 1%    Terbentuk endapan merah bata, permukaan warna coklat    +
2.        Amilum 1 %    tetap warna biru dan tidak terbentuk endapan    -
3.        Kanji     tetap warna biru dan tidak terbentuk endapan    -
4.        Sukrosa 1 %    tetap warna biru dan tidak terbentuk endapan    -
5.        Laktosa 1 %    Terbentuk endapan merah bata    +
Berikut reaksi yang berlangsung:
       O                                          O
       ║                                          ║
R—C—H  + Cu2+ 2OH- →  R—C—OH + Cu2O
Gula Pereduksi     Endapan Merah Bata

Hasil uji pada uji Seliwanoff adalah sebagaimana tertera di tabel.
Tabel. 2
No.    Zat Uji    Hasil Uji Seliwanof    Ketosa  (+/-)
1.        Sukrosa 1 %    Oranye     +
2.        Laktosa 1 %    Bening    -
3.        Amilum 1 %    Bening     -
4.        Glukosa 1 %    Bening    -
5.        Kanji     1 %    Bening    -


Hasil Uji Inversi Sukrosa
Tabel 3
Perlakuan    Uji    Hasil Uji
10 mL sukrosa 1 % ditambah 2 tetes H2SO4 pekat kemudian dipanaskan di penangas air mendidih 3 menit    Benedict    Terbentuk Endapan Merah Bata


Hasil Uji Fermentasi
No.    Zat Uji    Hasil uji (Ada tidaknya gelembung CO2)
6.        Sukrosa 1 %    -
7.        Laktosa 1 %    -
8.        Amilum 1 %    -
9.        Glukosa 1 %    -
10.        Kanji     1 %    -

F.    Pembahasan
Pada uji Benedict, jenis karbohidrat yang menunjukkan hasil (+) dan (-) terhadap uji benedik, yaitu :
•    Hasil (+) glukosa dan laktosa
•    Hasil (-) sukrosa, amilum, dan kanji
Berdasarkan hasil pengamatan, setelah diuji Benedict glukosa dan laktosa mengalami perubahan warna dari biru menjadi merah bata dengan permukaan atas berwarna coklat pada glukosa, dan laktosa berwarna merah bata. Sedangkan amilum, kanji, dan sukrosa  tidak menunjukkan perubahan warna. Dengan demikian, bahwa larutan glukosa dan laktosa merupakan gula pereduksi. Dimana uji Benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam suatu larutan dengan indicator, yaitu adanya perubahan warna (merah bata). Hal tersebut dikarenakan terbentuknya hasil reaksi berupa Cu2O (Cupru oksida). Gugus aldehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis Hal ini dikarenakan ujung pereduksi ujungnya aldehid mampu mereduksi senyawa pengoksidasi. Sedangkan laktosa merupakan gugus disakarida yang menghasilkan D-galaktosa dan D-glukosa,. Laktosa memilki gugus –OH glikosidik yang berpotensi bebas pada residu gula glukosa, sehingga laktosa bersifat mereduksi..
Pada sukrosa, amilum, dan kanji tidak menunjukkan perubahan, dengan demikian tidak bersifat pereduksi. Hal ini dikarenakan pada sukrosa tidak mempunyai gugus –OH glikosidik dan atom karbon kedua anomernya yaitu yang terdapat pada glukosa dan fruktosa berikatan satu dengan yang lainnya.  sehingga tidak bersifat mereduksi.
Pada uji Seliwanof, glukosa, laktosa, sukrosa, amilum, kanji setelah diuji engan reagen seliwanoff, hanya sukrosa saja yang menunjukkan reaksi positif dengan adanya perubahan warna menjadi oranye. Sedangkan larutan lain tidak mengalami perubahan dan menunjukkan hasil negative. Ketosa terdeteksi pada zat uji sukrosa dengan terbentuknya warna oranye; yaitu karena terbentuknya resorsinol. Dimana uji seliwanoff digunakan untuk membedakan polihidroksi aldehid dengan polihidroksi keton.
Percobaan inverse sukrosa, Pada uji hidrolisis sempurna apabila menjadi senyawa yang lebih sederhana yang terdeteksi pada perubahan warna. Larutan hasil hidrolisis sebelum dilakukan uji Benedict untuk menentukan hasil akhir harus dinetralkan terlebih dahulu, karena semula masih dalam suasana asam, karena adanya pencampuran H2SO4 yang bersifat asam. Setelah dingin dinetralkan dengan NaCO3 yang bersifat basa. Dengan lakmus kita dapat mengetahui larutan itu netral. Selanjutnya pengujian Benedict.  Sementara itu, yang dimaksud dengan gula inverse adalah gula yang dapat memutar bidang polarisasi, karena memiliki gugus aldehida dan keton bebas. Pada molekul sukrosa terdapat ikatan antara molekul glukosa dan fruktosa kedua atom tersebut memiliki gugus –OH glikosidik. Dengan demikian sukrosa tidak mempunyai sifat mereduksi. Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Glukosa memutar cahaya terpolarisasi ke kanan, sedangkan fruktosa ke kiri. Dengan demikian terjadi perubahan sudut putar, mua-mula ke kanan menjadi ke kiri. Dan sukrosa bersifat positif terhadap tes benedict dengan adanya perubahan warna menjadi merah bata dengan endapannya.
Uji fermentasi, yang dilakukan pada karbohidrat, yaitu amilum, kanji, glukosa, laktosa, dan sukrosa dengan mencampurkan ragi kue yang dapat bereaksi pada temperatur antara 37 0C – 40 0C tidak memberikan hasil positif, karena tidak ditemukan gelembung CO2 dan bau alcohol..  Percobaaan peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan yang akan dihidrolisis menjadi glukosa dan glukosa terlebih dahulu dengan enzim zymase yang terdapat pada ragi.


DAFTAR PUSTAKA

Wahidin, dkk. 2008. Panduan Praktikum Biokimia. Pusat Laboratorium  STAIN Cirebon: Cirebon
Poedjiadi, Anna dan Titin Supriatin. 1994. Dasar-Dasar Biokimia, Edisi revisi. Jakarta : Universitas Indonesia
http://waleanmario.wordpress.com/2008/12/11/uji-reduksi-dan-uji-benedict/

by. Nurul Anisah B



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)